Senin, 11 April 2016

Pancasila dan Konser Dahsyat


Mengantar istri untuk rapat di pusat pemerintahan Kota Tangerang, Provinsi Banten, sampai di Ramayana Mal Ciledug saya melihat ada konser dahyat RCTI, terus menuju untuk mengantarkan istri dan berpikir sebagai manusia biasa warganegara yang berdasarkan Pancasila mengenai keinginan untuk hadir di konser dahsyat. Tiba di puspem setelah mengantar istri saya berniat untuk hadir di acara Konser Dahsyat, tiba di tempat acara Jl. HOS Cokroaminoto saya sempat ragu namun keinginan untuk hadir membawa hati saya untuk berniat hadir, saya parkir motor di sebrang jalan membeli minuman Aqua dan diingatkan oleh security untuk parkir di tempat yang benar yaitu di parkiran Ramayana Mal Ciledug.

Berpikir mengenai pekerjaan rumah, menjemput anak sekolah dan mengenai anak yang dititip dan diasuh di rumah mertua, maka saya merencanakan hanya menonton sekitar 15 sampai 30 menit. Acara konser telah di mulai terlihat dari pengamanan, petugas media seperti kameramen sampai penyetting tempat, penonton dan artis. Artis-artis seperti Rafli Ahmad, Prilly latuconsina dan Ayu Dewi serta pemain sinetron Anak Jalanan memeriahkan acara di Konser Dahsyat yang diadakan di halaman Ramayana Mal Ciledug, Kota Tangerang, Provinsi Banten.

Menonton dengan berpikir saya memfoto beberapa segmen penampilan dari artis-artis yang tampil. Sekitar 30 menit saya memutuskan untuk segera menuju ke rumah untuk melaksanakan tugas dan tanggungjawab dengan menjemput anak walau ternyata saya lupa karena ada jadwal les, menuju ke rumah saya beberes rumah seperti mengepel, dan mencuci piring dengan menyaksikan Konser Dahsyat melalui televisi di rumah dan ada artis yang lain seperti Denny Cagur.  

Saat tulisan ini dibuat saya mencoba mengkorelasikan antara Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara untuk setiap warganegara serta sebagai jati diri bangsa dan negara Indonesia dan Konser Dahsyat yang saya lihat langsung di Ramayana Mal Ciledug. Keinginan dari hadir bersama dan karena bersahabat, sekedar ingin melihat, memiliki tujuan yang sesuai di tempat acara, melaksanakan tugas dan tanggungjawab dengan serius tapi santai, memberi warna kehidupan dengan kebersamaan dari sekedar aktualisasi diri sampai harapan, menghibur diterik matahari yang menyengat dengan kehangatan persahabatan dan profesionalisme pekerjaan, menjadi nilai-nilai yang sesuai dengan Pancasila sebagai idelogi yang mampu menyatukan kita semua sebagai warganegara Indonesia. 

Minggu, 13 Maret 2016

Pemuda Biasa dengan Berdasarkan Pancasila


Al-Kisah di lingkungan kelurahan Jurang Mangu Timur saya sebagai pemuda biasa namun sudah berkeluarga dengan dikaruniakan 2 anak, menyebutkan diri sebagai pemuda karena semangat pengabdian untuk berniat, berpikir dan berbuat nyata untuk masyarakat di lingkungan.

Hadir menempati rumah tinggal bersama keluarga 4 tahun yang lalu, awal datang mencoba memperhatikan kondisi lingkungan dari Ibu-Ibu yang bersedia hadir saat awal pembelian rumah, bapak tetangga yang mengajak mengobrol sambil membeli mie ayam dan bapak-bapak di musholla, pemuda-pemudi serta anak-anak.

“Kepada para mahasiswa yang merindukan kejayaan, kepada rakyat yang kebingungan di persimpangan jalan” adalah lagu perjuangan idealisme pemuda untuk mewujudkan harapan dan mimpi membangun bangsa dan negara Indonesia. “Maaf, proposal ente sudah masuk ke Kemenpora, masih di goreng (dipelajari untuk disetujui)” adalah kalimat yang saya ingat saat mencari dana untuk kegiatan Karang Taruna, “Kompornya untuk saya saja ya Pak, untuk kenang-kenangan” adalah penggalan kisah kalimat dari penanggungjawab posko penanggulangan banjir. Rangkaian penggalan kisah di atas adalah gambaran perjuangan Pemuda sebagai simbol perubahan untuk berjanji bersatu berbuat nyata untuk diri sendiri dan keluarga di mulai dari  lingkungan dengan mengabdi untuk masyarakat bangsa dan negara Indonesia, demi meneruskan estafet perjalanan bangsa dan negara Indonesia.

Sebagai mantan aktivis pemuda melalui organisasi ekstrakampus, karang taruna, dan partai politik saya berusaha menerapkan idealisme perjuangan mengenai pengabdiaan untuk masyarakat di lingkungan, bersatu dengan menyatukan seluruh komponen pemuda-pemudi adalah idealisme kebermanfaatan hidup yang terwujud melalui media sosial facebook.

Memperhatikan kondisi pemuda di lingkungan dari duduk-duduk minum kopi santai dipinggir kuburan, begadang sampai sekitar pukul 02.00 hampir setiap malam, duduk-duduk menatap hamparan tempat pembuangan sampah, duduk-duduk santai di warteg, duduk-duduk santai di teras rumah, dengan idealisme pemuda dalam diri saya, saya berpikir untuk mengarahkan pemuda di lingkungan dengan mendirikan organisasi Karang Taruna, pembuatan administrasi organisasi seperti proposal, formulir, draf program kerja, notulensi rapat, undangan ke Rt dan undangan untuk pemuda, kegiatan seperti kerja bakti sudah terancang di program kerja dengan harapan dapat menunjang kemajuan lingkungan.

Mengawali dengan hadir ke Rt untuk memohon izin untuk mendirikan Karang Taruna dan izin mengadakan rapat, setelah mendapat izin saya mengundang pemuda di lingkungan Rt. 001 Rw. 05 Kel. Jurang Mangu Timur untuk hadir rapat pendirian Karang Taruna, namun karena gerimis tidak ada yang bisa hadir, berselang dua minggu kembali mengadakan rapat namun tidak juga ada yang bisa hadir karena alasan berhalangan hadir, karena dua kali mengundang rapat tidak ada yang hadir saya memutuskan untuk tidak mendirikan Karang Taruna di lingkungan Rt. 001 Rw. 05 Kel. Jurang Mangu Timur. Kec. Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan.

Tidak dapat mengajak pemuda-pemudi untuk mendirikan Karang Taruna, dengan tetap didasari idealisme atas penciptaan diri saya, yang ingin mengabdikan diri untuk bangsa dan negara atas penciptaan diri saya demi kebermanfaatan hidup sebagai warganegara di lingkungan, saya berusaha mendirikan Yayasan Aku Cinta Indonesia dengan melalui permohonan izin ke Rt dalam bentuk kegiatan pembuatan buletin, rumah baca, ruang TIK, taman bermain dan bimbingan belajar. Pembuatan buletin berisi mengenai parenting yang saya bagikan ke rumah-rumah dan ke masjid, Rumah baca menyediakan buku-buku bacaan untuk anak-anak dan dewasa, ruang TIK menyediakan rental program Microsoft Office untuk anak-anak dan remaja belajar Microsoft Word dan Excel untuk mereka menyiapkan diri demi masa depan dan sarana internet untuk searching data, dan bermain media sosial, serta taman bermain yang menjadikan mainan anak-anak saya untuk dipinjamkan sementara untuk bermain anak-anak mencoba mainan baru di sekitar lingkungan rumah, sementara anak yang pertama berada di rumah bapak dan ibu mertua dan mengadakan kegiatan bimbingan belajar untuk anak-anak yang memiliki kemauan atas seizin orang tua atau karena kemauan inisiatif sendiri untuk meningkatkan kemampuan dalam mengerjakan soal. Kegiatan melalui Yayasan Aku Cinta Indonesia terlaksana dengan baik walau hanya berlangsung sekitar 6 bulan.

Menyusuri jalan menuju masjid saat sholat Magrib, terkadang saya menengak-nengok untuk sekedar mengetahui kondisi lingkungan yang sebatas saya mengetahui ada banyak pemuda-pemudi yang berada di rumah namun tidak bersedia mengaktualisasikan diri melalui organisasi pemuda di lingkungan mungkin karena butuh penggerak.

Namun di saat perayaan acara 17 Agustus 2015, saya sebagai pemuda merasa senang dan bangga karena banyak pemuda-pemudi di sekitar lingkungan yang ternyata bersedia mengabdikan diri, seluruh rangkaian acara dalam rangka memeriahkan HUT RI Ke-70 dapat terlaksana dengan baik dari sepeda hias, lomba-lomba seperti taruh bendera sampai panggung hiburan. Kerjasama panitia pemuda-pemudi di HUT RI Ke-70 terlihat menumbuhkan optimisme akan solidaritas kebersamaan untuk bersama-sama memajukan lingkungan demi anak-anak di lingkungan sebagai generasi penerus bangsa dan negara Indonesia.

Kemudian saya berpikir mengenai Pancasila sebagai landasan, sumber segala sumber hukum, dan falsafah bangsa dan negara yang mampu menyatukan seluruh pemuda-pemudi di Indonesia, sebagai jati diri bangsa dan negara Indonesia, sebagai ideologi yang mampu menjembatani untuk membentuk tatanan dunia baru, menjadi kebanggaan untuk bukan hanya pemuda-pemudi namun menjadi kebanggaan seluruh komponen rakyat bangsa dan negara Indonesia.

Bersatu bekerjasama untuk Pembangunan Nasional berbasis Pembangunan Daerah di mulai dari lingkungan menjadi point penting sebagai pemuda-pemudi ditiap-tiap wilayah dengan memetakan kekuatan wilayah masing-masing dengan kesejahteraan untuk sehat dan berbahagia membina keluarga demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia.

Kini saya sedang berusaha mendirikan Yayasan Pendidikan Generasi Indonesia dengan visi menjadi yayasan pendidikan yang berperan aktif memfasilitasi peserta didik untuk belajar sesuai jenjang pendidikan masing-masing demi pencapaian tujuan pembangunan nasional melalui bidang pendidikan untuk tercapainya cita-cita generasi Pancasila sebagai penerus bangsa dan negara Indonesia, dan misi 1.Menyelenggarakan sistem pendidikan sesuai Pancasila dan UUD 1945, 2. Membina generasi yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, 3. Melahirkan dan membentuk generasi berjiwa nasionalis sejati, 4. Mengembangkan generasi dengan karakter adil dan beradab, 5. Mendorong terwujudnya generasi yang modern di era millenium sesuai visi yayasan, 6. Membentuk dan menjaga generasi dengan semangat persatuan dan kesatuan, 7. Melahirkan dan membentuk generasi yang mengedepankan musyawarah untuk mufakat, 8. Menjaga kesinambungan pembentukan karakter generasi bangsa dan negara Indonesia untuk anak-anak sebagai generasi penerus bangsa dan negara Indonesia. Sampai pada tahap ini saya masih dalam proses melengkapi kepengurusan Yayasan Pendidikan Generasi Indonesia berharap semoga Allah SWT senantiasa meridhoi setiap aktivitas kebermanfaatan hidup saya.

Tetap bersemangat dengan bersyukur berbuat baik dan benar untuk senantiasa memperbaiki diri untuk memberi kebermanfaatan, komitmen atas jalan kebenaran Tuhan Yang Maha Esa Allah SWT untuk membangun bangsa dan negara, dan santai untuk cita-cita demi diri kita bersama keluarga untuk anak-anak sebagai generasi penerus bangsa dan negara Indonesia.

Young man our Future in your hand, from your heart from we are mind for Indonesia generation. Come commitment for belief always with God Allah SWT.


Selasa, 02 Februari 2016

Kita Adalah Rakyat Biasa Terlahir di Indonesia



Memberikan perhatian kepada anak untuk cita-cita mereka di masa depan demi kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara dengan membentuk karakter baik secara langsung maupun tidak langsung dengan dapat dipertanggungjawabkan disesuaikan dengan prinsip mendasar tahapan tumbuh kembang anak dengan pembagian tugas dan tanggungjawab di keluarga masing-masing berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Pengalaman membentuk anak untuk mereview masa lalu, mengatur masa kini dan menentukan masa depan dengan belajar dari kesuksesan orang-orang yang sukses meraih keridhoan Tuhan Yang Maha Esa Allah SWT.
Mencintai pekerjaan akan menghadirkan kebermanfaatan hidup yang menghadirkan pertolongan Allah SWT dengan mengarahkan diri kita mencapai kesuksesan yang menghadirkan kebahagiaan untuk diri kita dan keluarga serta kebahagiaan untuk orang lain dengan sejahtera mensejahterakan.
Setiap kita dan anak kita adalah pemimpin untuk diri kita sendiri, keluarga dan orang lain dan setiap pemimpin akan dipertanggungjawabkan atas kepemimpinan terhadap diri sendiri, keluarga dan orang lain, sunnatullah kehidupan yang menjadi keseimbangan dan keteraturan hidup demi kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia.
Mari berkomitmen terhadap diri kita sendiri untuk memberi kebermanfaatan sebagai warganegara Indonesia. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi setiap kebaikan dengan cara yang benar dan senantiasa memberikan kesempatan untuk kita memperbaiki diri menjadi lebih baik dengan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 .

Sabtu, 30 Januari 2016

Pemimpin Visioner Pemimpin Daerah Untuk Pembangunan Nasional





Otonomi daerah dilakukan melalui pembangunan terintegrasi, berkesinambungan, dan berkelanjutan memiliki rencana jangka panjang untuk Pembangunan Daerah yang menunjang Pembangunan Nasional untuk kesejahteraan rakyat dengan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Mari berkomitmen untuk bekerja dengan kebermanfaatan hidup sebagai warganegara dengan berkontribusi sesuai kemampuan kita sebagai warganegara, untuk memilih pemimpin visioner sebagai kepala daerah untuk pembangunan nasional yang mencintai rakyat dan dicintai rakyat demi cita-cita kehidupan berbangsa dan bernegara agar rakyat adil, makmur dan sejahtera untuk
menjadikan bangsa dan negara kita menjadi bangsa dan negara yang terhormat dengan berdasarkan keseimbangan dan keteraturan hidup menjadi pemimpin Perserikatan Bangsa-Bangsa demi generasi penerus bangsa dan negara Indonesia.


Hope born from your heart from we are mind, our country Indonesia its about us, the world its about commitment building for Future. My Allah SWT always God Bless Us
http://yakucintaindonesia.blogspot.co.id/2015/07/comittment-for-future.html

Senin, 21 Desember 2015

Selamat Hari Ibu di Tahun 2015

Kita kini karena Mama kita sebagai Ibu kita melahirkan, mengasuh dan merawat, mendidik, membentuk karakter, mengurus rumah tangga, dan mencarikan jodoh yang sesuai untuk anak-anak sebagai generasi penerus bangsa dan negara Indonesia.

Pemimpin besar terlahir dari seorang Ibu, rakyat jelata juga terlahir dari seorang Ibu, Ibu kekuatan cintanya atas keridhoan anak-anak mereka sebagai generasi Indonesia akan menjadi kekuatan bangsa dan negara Indonesia, maka menghormati Ibu, memberikan cinta dan kasih sayang, membalas jasa-jasa kebaikan dengan mendoakan dan membantu sebagai anak yang beriman, bertakwa, taat dan patuh akan menghadirkan pertolongan Allah SWT dinegeri tercinta Indonesia dengan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Selamat Hari Ibu mohon bantu diri kami, mohon arahkan diri kami, mohon jaga diri kami, mohon ingatkan diri kami, kami sadar kami hanya manusia biasa yang berusaha untuk sempurna, terimakasih atas setiap jasa-jasa kebaikan Ibu kepada kami sebagai generasi penerus bangsa dan negara Indonesia.

Jaya Negeri Ku Indonesia
Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi atas jasa-jasa kebaikan Ibu memberi kebermanfaatan untuk diri sendiri, keluarga, rakyat, bangsa dan negara Indonesia.

Minggu, 06 Desember 2015

Memilih Sekolah Berdasarkan Cita-Cita Keluarga


Untuk Anak-Anak Sebagai Generasi Penerus Bangsa dan Negara Indonesia


1.   Cita-Cita Keluarga
Cita-cita adalah sumber motivasi tiap warganegara, dengan melihat menyeluruh seperti faktor keluarga, lingkungan dan masyarakat serta faktor cita-cita bangsa dan negara maka mempunyai cita-cita untuk menetapkan dan mewujudkan menjadi kewajiban kita sebagai orang tua.orang tua memiliki cita-cita untuk anak-anak dengan niat, doa, bekerja dengan kebermanfaatan, cita-cita anak-anak menjadi amanah yang Tuhan Yang Maha Esa Allah SWT titipkan kepada kita sebagai orang tua, maka melaksanakan tugas tangggungjawab sebagai orang tua dan sebagai warganegara menjadi penting untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita anak-anak kita.

Terdapat sekitar 150 profesi dengan berbagai spesifikasi bidang seperti menjadi insinyur, pemadam kebakaran, guru, perawat, koki, dosen, dokter, TNI, polisi, SPG, staf administrasi, staf keuangan, pengendara ojek, dan pedagang.

Sehat dan berbahagia bersama keluarga dengan mempunyai cita-cita, menetapkan dan mewujudkan cita-cita keluarga berdasarkan tahapan untuk anak-anak harus disiapkan secara matang sejak anak-anak memasuki jenjang Taman Kanak-Kanak dan jenjang Sekolah Dasar maka sebagai orang tua yang memiliki kewajiban terhadap anak-anak sebagai generasi penerus bangsa dan negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

2.   Pembentukan Karakter Pada Diri Anak
Olah pikir, olah hati, olah rasa dan karsa, serta olah raga dimulai berdasarkan otonomi masing-masing sekolah, dan otonomi masing-masing keluarga yang secara sederhana akan membentuk karakter bersih,  rapi, nyaman, disiplin, sopan dan santun sesuai pengembangan dan pendidikan budaya dan karakter bangsa terdapat 18 nilai karakter yang bersumber dari agama, Pancasila, budaya, dan tujuan Pendidikan Nasional yaitu: (1) Religius, (2) Jujur, (3) Toleransi, (4) Disiplin, (5)  Kerja keras, (6) Kreatif, (7) Mandiri, (8) Demokratis, (9) Rasa Ingin Tahu, (10) Semangat Kebangsaan,  (11)  Cinta  Tanah  Air,  (12)  Menghargai  Prestasi,  (13) Bersahabat/Komunikatif,  (14)  Cinta  Damai,  (15)  Gemar  Membaca,  (16)  Peduli Lingkungan,  (17)  Peduli  Sosial,  (18)  Tanggung  Jawab  (Sumber:  Pusat  Kurikulum. Pengembangan dan Pendidikan Budaya  dan  Karakter Bangsa: Pedoman Sekolah. 2009:9-10).

Anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa dan negara Indonesia memiliki karakter berbasis keluarga sesuai dengan UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 mengenai dasar, fungsi dan tujuan Pendidikan Nasional yaitu berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab.

Anak-anak memiliki karakter yang berbeda-beda jika memperhatikan tujuan Pendidikan Nasional, anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa dan negara harus memiliki 11 karakter dan dari 11 karakter tersebut akan terbentuk karakter dominan yang menjadi point kesuksesan anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa dan negara Indonesia dengan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

3.   Kondisi Keuangan
Sekolah adalah institusi formal untuk anak-anak tumbuh melalui tahapan-tahapan sebagai warganegara, secara ideal sekolah telah terstandar minimal berdasarkan 8 Standar Nasional Pendidikan maka seluruh anak-anak di Indonesia memiliki hak yang sama yaitu hak untuk mendapatkan pendidikan wajib belajar SD sampai SMP.

Kondisi keuangan menjadi faktor penentu untuk kita sebagai orang tua melaksanakan tugas tanggungjawab di keluarga tetapi kita paham sebagai orang tua yang harus kita lakukan untuk anak-anak mempunyai cita-cita, menetapkan cita-cita dan mewujudkan cita-cita, bahwa untuk keluarga yang belum mampu terjamin anak-anak bersekolah berdasarkan prestasi di sekolah negeri, untuk keluarga yang cukup mampu terjamin anak-anak sekolah berdasarkan prestasi di sekolah unggulan atau sekolah favorit baik swasta maupun negeri, untuk keluarga mampu terjamin anak-anak bersekolah di sekolah favorit baik swasta maupun negeri.
Jika kita memiliki cita-cita yang benar maka kondisi keuangan akan mengikuti agar cita-cita keluarga untuk anak-anak sebagai generasi penerus bangsa dan negara Indonesia tercapai mewujudkan cita-cita sebagai generasi Indonesia.

4.   Kesesuaian Jarak antara rumah dan sekolah
Cita-cita keluarga dilihat dari kondisi keluarga dan yang dapat mempengaruhi kondisi keluarga, dan kondisi keuangan akan mempengaruhi pilihan orang tua untuk menyekolahkan anak maka bijaksana untuk orang tua menyesuaikan dengan cita-cita keluarga, seperti harus berjalan kaki, naik sepeda, naik angkutan umum, naik ojek atau diantar jemput mobil jemputan.

Pilihan sekolah berdasarkan cita-cita keluarga untuk anak-anak sebagai generasi penerus bangsa dan negara menjadi faktor utama, kemudian kondisi keamanan jarak antara rumah dan sekolah, lama waktu yang harus ditempuh untuk sampai ke sekolah dan untuk sampai ke rumah.

5.   Visi Misi sekolah berdasarkan 8 Standar Pendidikan Nasional
Sebagai orang tua kita memiliki keinginan untuk cita-cita anak-anak di mulai dengan memilih sekolah yang unggul terakreditasi berdasarkan 8 Standar Nasional Pendidikan yaitu Standar Isi, Standar Proses, Standar Kompetensi  Lulusan, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan, dan Standar Penilaian, dengan sekolah berstandar 8 Standar Nasional Pendidikan maka tugas kita sebagai orang tua bekerjasama membantu kinerja guru dengan secara sederhana menyiapkan perlengkapan sekolah, mendampingi anak kita belajar di rumah, serta berkomunikasi mengenai ketuntasan hasil belajar anak-anak sebagai indikator pencapaian tujuan Pendidikan Nasional.

Anak-anak merupakan amanah sebagai investasi untuk ke dua orang tua di saat usia mulai tua, doa anak yang beriman, bertakwa, taat dan patuh akan di ridhoi oleh Allah SWT dengan mendapat pertolongan Tuhan Yang Maha Esa Allah SWT.

Selamat bekerja dengan memberi kebermanfaatan untuk melaksanakan tugas tanggungjawab sesuai kemampuan kita masing-masing.

Semoga Allah SWT Yang Maha Mengetahui, Allah SWT Yang Berkeadilan, Allah SWT Yang Maha Benar, Allah SWT Yang Maha Arif dan Allah SWT Yang Maha Bijaksana memberikan pertolongan dengan arah dan petunjuk atas kebaikan dan kebenaran yang kita lakukan dan mengampuni untuk memperbaiki dosa-dosa kita atas keburukan dan kejahatan yang kita lakukan.

Sabtu, 21 November 2015

HUT Ke-7 Kota Tangerang Selatan



Dengan niat mendekatkan diri ke masyakarat di Kota Tangerang Selatan dan dengan niat untuk sehat dengan mengikuti gerak jalan santai di wilayah Kecamatan Pondok Aren Kelurahan Jurang Mangu Timur saya bersama keluarga mengikuti Gelar Budaya Betawi Festival Lenong Betawi dalam rangka HUT Ke-7 Kota Tangerang Selatan yang diadakan di Lapangan Kelurahan Jurang Mangu Timur.

Setelah mendaftar, mempersiapkan diri di pagi hari bersama keluarga, saya mengenakan pakaian olahraga begitu juga istri dan anak-anak, sampai di Lapangan Kelurahan Jurang Mangu Timur ciri khas budaya betawi terlihat dari ondel-ondel, pakaian khas betawi sampai kerak telor makanan jajanan khas tradisional masyarakat betawi.
Sarapan pagi dengan nasi gudeg menjadi pilihan menu sarapan pagi di acara Gelar Budaya Betawi, karena istri dan anak-anak tidak ikut gerak jalan maka istri saya memilih sarapan pagi di rumah bersama anak-anak, makan dengan cukup, membuang hadas kecil, kemudian menemui pengurus Rt yang mengantar anak-anak dan meninjau acara, kemudian membeli minum, melihat stand-stand bazar yang ada, istri saya berminat membeli produk kosmetik kemudian menemani anak-anak bermain di area bermain.
Pamit untuk gerak jalan berdoa didasari untuk sehat mengikuti gerak jalan, menengak-nengok sekitar wilayah pelaksanaan Gelar Budaya Betawi terutama di acara gerak jalan, saya melihat ada pemuda/i di wilayah Rt. 001 dan Rw. 05 namun karena belum mengenal dekat saya belum memberanikan diri untuk berbincang-bincang. mendengarkan informasi dari moderator bahwa gerak jalan akan dimulai oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Selatan Bapak Muhammad maka saya mempersiapkan diri dengan berdoa semoga diberikan kesehatan dengan mengikuti gerak jalan dalam rangka menghadiri HUT Ke-7 Kota Tangerang Selatan.
Gerak jalan di mulai dari Lapangan Kelurahan Jurang Mangu Timur, menyusuri jalan dengan santai untuk sehat bersama peserta yang lain melalui SDN 01 Jurang Mangu Timur, melalui kampus Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) dan kembali sampai di Lapangan Jurang Mangu Timur.
Selesai gerak jalan saya menukar kupan pendaftaran dengan mendapatkan sebotol teh, beristirahat sejenak, kemudian saya membeli kerak telor makanan khas tradisional betawi membandingkan rasa kerak telor yang pernah saya beli di pasar malam dengan yang di acara Gelar Budaya Betawi, makanan daerah makanan khas Indonesia.
Keramahan-tamahan peserta maupun warga saya rasakan dan saya temui di acara Gelar Budaya Betawi sebagai warganegara Indonesia senyum ramah-tamah anak tetangga, seorang anak yang menghampiri dan bertanya mengenai rasa kerak telor, keramah-tamahan panitia, keramah-tamahan pedagang, keramah-tamahan penjaga sekolah, keramah-tamahan pengurus Rt, perhatian untuk menjaga keamanan acara dengan kehadiran aparat TNI, koordinasi anggota Polisi yang walau hanya memantau wilayah.
Walaupun tidak sampai menunggu pengumuman pemenang penerima doorprize, tetapi alhamdulillah sebagai peserta lomba dan sebagai warga yang berdomisili di Kota Tangerang Selatan saya melihat secara sederhana acara Gerak Jalan di Gelar Budaya Betawi dalam rangka HUT Ke-7 Kota Tangerang Selatan terlaksana dengan tertib dan lancar berkat kerjasama berbagai komponen rakyat di Kelurahan Jurang Mangu Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan.
Semoga acara dalam rangka HUT Ke-7 Kota Tangerang Selatan dengan acara Gelar Budaya Betawi, Festival Lenong Betawi dapat menumbuhkan kebersamaan untuk bersatu demi kesejahteraan rakyat demi cita-cita generasi penerus bangsa dan negara Indonesia sesuai motto Kota Tangerang Selatan “Cerdas, Modern, dan Religius” dengan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Semoga Allah SWT Yang Maha Mengetahui, Allah SWT Yang Maha Berkeadilan dan Allah SWT Yang Maha Benar senantiasa mengampuni dosa-dosa kita dengan memperbaiki diri kita untuk menjadi lebih baik dengan meridhoi kita untuk bekerja dengan kebermanfaatan hidup.demi cita-cita diri sendiri bersama keluarga, dan bersama rakyat untuk cita-cita generasi penerus bangsa dan negara Indonesia.
Jaya Negeri Ku Indonesia!

Minggu, 13 September 2015

Marco Polo Pengelana Sejuta Kisah Dari Venezia



Pengelana Sejuta Kisah Dari Venezia
Marco Polo 15 September 1254 – 8 Januari 1324

Dimana jalur sutra berada?
Jalur sutra adalah rute perdagangan kuno paling penting yang menghubungkan Cina, Asia Tengah, Persia, Asia Barat, serta Eropa. Seperti namanya, digunakan para saudagar, terutama saudagar sutra, sejak abad ke-2 SM.

Pada saat bertolak dari Venezia menuju Cina di tahun 1271, Marco Polo barulah berusia 17 tahun. Bersama ayahnya, Niccolo, dan pamannya, Maffeo, ia melakukan perjalanan darat dari armenia (Asia Utara) hingga Hormuz di Teluk Persia.

Setelah itu, mereka menyusuri rute yang dikenal dengan nama jalur Sutra menyeberangi Sungai Oxus lalu mendaki Pegunungan Pamir dan menyeberangi Gurun Takla Makan dan Gobi sebelum akhirnya tiba di Cina pada tahun 1275.

Penguasa Cina, Kublai Khan, tertarik pada kepandaiannya bertutur kata. Selama 17 tahun berikutnya Marco Polo menetap di Cina untuk melakukan tugas-tugas diplomatik bagi Kublai Khan.

Sumber satu-satunya
Selama ratusan tahun, kisah Marco Polo menjadi satu-satunya sumber bangsa Eropa tentang Negeri Cina.

Disalin dari buku
Great People Fascinating Moment And Stories Behind
Penerbit Pustaka Lebah

Sumber foto

“sangat penting karena proses awal anak mengenal sesuatu adalah dengan cara melihat. Gambar itu bisa bendanya sendiri maupun simbol lainnya seperti huruf atau angka”
Pakar Pendidikan, Dr. Arief Rachman

Semoga memberi kebermanfaatan untuk terus mengabdi sesuai tugas tanggungjawab kita terhadap generasi bangsa dan negara Indonesia