Jumat, 12 Agustus 2016

Ke Rajeg Bersama Keluarga




Manusia diciptakan oleh Allah SWT dengan segala potensi untuk mengemban amanah di kehidupan dunia. Potensi keunggulan yang melalui proses kehidupan bersama manusia lainnya sebagai warganegara yaitu akal berupa kecerdasan dan hati nurani berupa kasih sayang. Kecerdasan sebagai pilar keinginan manusia sebagai warganegara untuk berpikir mengenai kehidupan untuk menjadi lebih baik, kasih sayang sebagai pilar manusia sebagai warganegara untuk menghargai dan menghormati sesama. Kecerdasan dan kasih sayang menjadi amanah sesuai penciptaan diri kita oleh Allah SWT untuk menentukan mengenai menghadirkan kebermanfaatan hidup sebagai warganegara atas keridhoan Allah SWT.

Menjaga silaturahmi ke rumah orang tua menjadi cara sederhana bentuk bakti sebagai anak walau telah berkeluarga. Berkomunikasi  bersama orang tua dan diberitahu jika adik-adik ingin membayar cicilan rumah KPR di daerah Kecamatan Rejag, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Keingintahuan untuk melihat rumah KPR juga membuat istri saya ingin ikut melihat kemudian kami dan keluarga memutuskan untuk bersama-sama datang melihat rumah KPR di Kecamatan Rejag, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.

Sampai di rumah orang tua, kami mempersiapkan diri untuk bersama-sama berangkat, saya dengan istri dan anak-anak Tsaqif dan Rafif, ke dua orang tua saya serta adik ke dua saya, adik pertama saya tidak ikut serta  karena kondisi kesehatan yang kurang fit. Sekitar Pukul 08.00 kami berangkat dan melintasi wilayah dan berhenti sejenak di jembatan pemberhentian Halte Taman Kota untuk menunggu adik saya dan membeli air. Keramaian masyarakat terlihat dari teman lama, teman dari bapak saya, dan masyarakat yang sekedar duduk, masyarakat yang berjalan kaki, penumpang ojek, tukang koran, dan pengatur timer mobil angkot. Bapak saya dan saya bersilaturahmi sejenak dengan teman lama sebelum berangkat ke kecamatan Rajeg yang berprofesi sebagai tukang ojek.

Melalui jalan raya Daan Mogot kami menuju Kecamatan Rajeg, Cengkareng, Terminal Daan Mogot, Area Puspem, dan berputar mencari rute untuk langsung menuju jalan Rajeg. Sampai di jalan Rajeg Raya kami melihat iring-iringan masyarakat yang bergerak menggunakan symbol-simbol budaya masyarakat setempat seperti Suku Betawi. Keramah-tamahan sebagai rakyat yang berdasarkan Pancasila terlihat melalui suara, dan gerakan yang menandakan persatuan berbangsa dan bernegara Indonesia.

Harapan rakyat adalah bersatu dalam gerak kebersamaan demi meningkatkan kemampuan diri sendiri dan keluarga untuk membangun wilayah yang berbasis Pembangunan Daerah secara sistematis, terstruktur, berkelanjutan, terintegrasi, berkeadilan, dan berkesinambungan demi menunjang pembangunan Nasional yang menjadi tujuan bersama kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia dengan berdasarkan Pancasila.

Sampai di kantor pemasaran kami disambut petugas administrasi. Telah ada costumer yang lain yang terlihat biasa saja tengah mengobrol dengan petugas administrasi lainnya. Orang tua saya beserta istri dan adik mengobrol, anak-anak bermain dan bercanda. Keinginan dari masa lalu dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab di keluarga teringat untuk memiliki KPR, tetapi bersyukur di saat ini menjadi harapan untuk anak-anak di masa depan. Pengambilan bonus sanyo untuk KPR sudah diselesaikan kemudian kami berpamitan untuk meninggalkan tempat kemudian makan siang dan melaksanakan Sholat Dzuhur.



Kami beserta keluarga bersyukur atas karunia yang Allah SWT berikan atas nikmat makanan, minuman dan kebahagiaan saat kami berkumpul, bercengkrama, dan mengobrol bersama keluarga. Selesai makan siang masing-masing dari kami melaksanakan Sholat Dzuhur untuk kemudian melihat rumah KPR yang sedang proses pencicilan oleh adik-adik saya.

Untuk melihat rumah KPR saya dan keluarga harus mengendarai kendaraan bermotor sekitar 15 menit dari tempat kami makan siang. Setibanya ditempat saya berpikir dalam kondisi pening untuk menemui penjaga perumahan bersama keluarga, dengan keterbukaan diri memperkenalkan diri saya dan istri oleh ke dua orang tua dan adik. Penjaga perumahan KPR mempersilakan kami untuk melihat rumah dan ketika sampai saya melihat teman masa kecil dan beberapa tetangga yang juga menjadi costumer KPR dalam kondisi pening saya dan keluarga mengobrol biasa.

Kemudian saya dan keluarga melihat rumah KPR yang dicicil oleh adik-adik saya, dan memasuki area perumahan saya melihat warga dan anak-anak penduduk setempat yang tengah bermain, sekedar melintas sampai pedagang, berpikir mengenai kebermanfaatan hidup yang dapat diberikan oleh adik-adik saya jika sudah menjadi warga disana, mengingat jarak yang cukup jauh dengan tempat kerja dan kondisi wilayah yang masih termasuk pedesaan.



KPR sederhana di wilayah Kecamatan Rajeg yang masih termasuk wilayah pedesaan menghadirkan kebanggaan untuk bangga Indonesia dengan harapan kebanggaan menjadi ketauladanan untuk kita semua. Memiliki halaman yang cukup luas, dengan 2 Kamar tidur, 1 Ruang tamu, 1 Ruang WC dan area dapur yang menjadi tanggungjawab pemilik KPR. Kami berkeliling perumahan dan melihat rumah KPR yang sedang direnovasi akhir, didampingi menjaga keamanan lingkungan perumahan, kami berbincang ditempat jaga sedangkan saya bersama istri dan anak-anak berada posisi terpisah melihat pemandangan desa dengan hamparan sawah yang luas dan kambing yang sedang mencari makan.

Setelah makan chiki sejenak saya dan keluarga kemudian izin pamit untuk menuju ke Kota Tangerang dan DKI Jakarta, menyusuri jalan saya berpikir mengenai penduduk setempat mengenai iring-iringan acara penduduk, warga yang ramah-ramah seolah menyampaikan pesan harapan untuk bersama membangun bangsa dan negara Indonesia terutama untuk wilayah mereka di Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, ramai terkoordinasi dan berkoordinasi menjadi isi pemikiran yang tertuang dalam langkah nyata kebanggaan terlahir di Indonesia.
               
Takdir kami adalah juga takdir kita terlahir di Indonesia dengan meyakini kebenaran ajaran Tuhan Yang Maha Esa untuk saya dan keluarga keyakinan kepada Allah SWT. Kami bersyukur atas karunia yang Allah SWT karuniakan untuk bersama-sama membangun bangsa dan negara Indonesia dengan berdasarkan Pancasila demi generasi penerus bangsa dan negara Indonesia.


Semoga Allah SWT meridhoi setiap aktivitas kebermanfaatan hidup untuk berbuat yang terbaik atas penciptaan diri kita sesuai kemampuan diri kita.

Selasa, 12 Juli 2016

Inspirasi Kebaikan





Aku akan selalu berpegang teguh pada agama Islam dan bertakwa kepada Allah. Dengan demikian, Allah akan selalu menyelamatkanku dari kejahatan orang-orang zalim.

Walau aku memiliki suatu kelebihan dari teman-temanku, aku akan selalu rendah hati. Karena jika aku sombong, Allah dan orang lain tidak akan menyukaiku.

Aku beribadah karena mengharapkan balasan kebaikan dan pahala dari Allah. Sebab, balasan kebaikan dari Allah akan kekal hingga hari akhirat (hari kiamat).

Aku ingin menjadi anak Muslim yang pintar seperti Ibnu Khaldun. Sebab, jika aku menjadi anak hebat, orangtuaku dan orang-orang akan bangga dengan hasil karyaku. Allah dan Nabi Muhammad juga akan bangga kepadaku.

 Seandainya ada orang lain yang berbuat jahat kepadaku, aku akan memafkan mereka. Sebab, anak yang sabar akan dicintai dan disayang Allah.

Aku ingin menjadi anak yang penyayang dan pemaaf seperti Rasulullah saw, yang tidak suka balas dendam maupun memusuhi orang lain.

Aku ingin seperti Abu Bakar yang mencintai Rasulullah saw, dengan rela berkorban terhadap kebaikan.

Aku ingin menjadi orang yang dermawan sebab sifat kikir atau pelit pada akhirnya hanya akan membawa pada kemalangan dan keburukan.

Aku ingin menjadi anak yang selalu bersyukur dan ridha dengan kehendak Allah. Dengan demikian. Allah dan Rasul-Nya, serta orang-orang shaleh akan senang kepadaku.

Jika ada temanku yang mendapat kebaikan dan ia merasa bahagia, aku juga akan ikut merasa bahagia karenanya.

Aku ingat seperti Rasulullah saw, senang membantu orang lain yang kesusahan dan suka memberi bantuan kepada orang yang membutuhkan pertolongan.

Seandainya aku mengalami suatu kesulitan yang disebabkan karena aku melakukan kebenaran atau kebaikan, aku akan selalu bersabar serta meminta pertolongan kepada Allah Yang Mahakuasa.

Aku akan giat belajar supaya aku mempunyai ilmu pengetahuan yang akan menghindarkanku dari berbagai keburukan dan kebodohan.

Aku tidak akan mau berlaku jahat kepada makhluk Allah yang tidak bersalah sebab Allah sangat tidak menyukai orang yang jahat.

Aku akan belajar dengan giat. Sebab, aku ingin menjadi anak Muslim yang kelak, akan memberikan manfaat bagi orang banyak dengan ilmu yang aku miliki.
Aku ingin menjadi anak yang beriman dan selalu taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Aku tidak mau dibenci ataupun dihukum oleh Allah, sebagaimana orang-orang sombong yang mendapat hukuman Allah.

Aku ingin menjadi anak yang patuh kepada perintah Allah dan Rasul-Nya. Aku tidak akan melanggar larangan-Nya sebab jika melanggar larangan Allah dan Rasul-Nya, kelak pasti akan ada hukumannya.

Aku ingin menjadi sahabat yang baik bagi teman-temanku seperti Rasulullah yang peduli kepada sahabat-sahabatnya. Menjadi sahabat yang disenangi tentu akan menyenangkan.

Aku ingin jadi anak yang penyayang seperti Rasulullah, jika aku menjadi anak yang penyayang, pasti Allah dan orang lain juga akan menyayangiku.

Jika aku punya sahabat, aku ingin persahabatanku bertahan lama (awet) karena dilandasi keikhlasan dan ketulusan.

Aku akan selamanya menjadi anak Muslim yang mencintai Allah. Andaikan ada yang menjahatiku, niscaya Allah akan menolong dan menghindarkanku dari kejahatan tersebut.

Aku akan senantiasa menjaga perkataanku agar tidak menyinggung atau menyakiti perasaan orang lain. Dengan demikian aku bisa terhindar dari nasib buruk.

Aku ingin menjadi anak kebanggaan orangtuaku, seperti Fathimah yang penyabar, penyayang, rajin membantu orangtua, dan rajin beribadah.

Aku ingin seperti Rasulullah yang tidak pernah menyakiti orang lain. Dan aku ingin selalu berlapang dada serta memaafkan orang lain yang berbuat salah.

Aku ingin jadi anak yang bijaksana dan memberikan banyak manfaat kebaikan bagi orang lain. Kelak orang-orang akan selalu mengenang bahwa engkau adalah anak baik yang bisa dijadikan teladan.

Aku akan senantiasa bersabar dalam menghadapi setiap masalah, dan aku tidak boleh tergesa-gesa hingga aku berhasil meraih kesuksesan dari usaha yang aku lakukan.

Aku akan menghormati orang-orang yang berpegang teguh kepada ajaran agama Islam seperti Asiah, istri Fir’aun. Aku akan meneladani keberanian mereka membela kebenaran dan kegigihan mereka dalam mempertahankan keimanannya.

Aku mau jadi anak yang penyantun dan dermawan seperti Rasulullah. Dengan demikian, Allah dan orang lain akan selalu senang dan sayang kepadaku.

Aku tidak akan menyakiti makhluk Allah, baik itu binatang, tumbuhan, ataupun manusia.

Aku akan selalu bergantung kepada Allah yang Maha Pengasih dalam setiap urusan agar aku selalu dijauhkan-Nya dari segala bentuk keburukan.

Aku akan memanfaatkan waktuku dengan baik untuk belajar dan beribadah dengan tekun agar aku menjadi anak berprestasi, seperti halnya Imam Bukhari yang berprestasi dalam menguasasi dan hafal banyak hadis Rasulullah saw.
Aku akan rajin membaca dan belajar tentang Al-Qur’an agar aku menjadi anak hebat yang berguna dan dibanggakan oleh Allah, Nabi Muhammad, orangtuaku, bangsa, dan agamaku.

Aku akan menjadi anak yang menghargai Rasulullah dengan tidak melakukan hal-hal yang buruk dan jelek. Sebab, perbuatan buruk dan jelek adalah perbuatan orang-orang jahiliyah (bodoh).

Aku akan dengan senang hati melaksanakan perintah Allah yang disampaikan Rasulullah, karena setiap perintah Allah pasti mengandung kebaikan. Dan aku tidak akan mengingkari atau melanggar sesuatu yang dilarang-Nya.

Allah Mahakuasa melakukan apa pun yang Ia inginkan. Untuk itu, aku akan selalu meyakini kehebatan Allah yang tidak akan ada tandingannya.

Suatu hari nanti aku akan pergi ke Makkah untuk melaksanakan ibadah haji. Di Makkah, aku akan menyaksikan bangunan peninggalan Nabi Muhammad saw, dan Nabi Ibrahim, serta Nabi Ismail as.

Aku akan senantiasa mencintai Allah dan Rasul-Nya. Dengan mengutamakan Allah dan Rasul-Nya dari yang lain, niscaya Allah akan senantiasa memberikan kebahagiaan.

Aku ingin menjadi anak yang selalu baik seperti halnya para malaikat yang selalu berbuat baik dan senang menaati Allah jika aku baik, pasti para malaikat akan senang menjaga dan melindungiku dari hal-hal buruk.

Allah telah menjadikan tubuhku sehat, memberikan makan, rumah, dan sebagainya. Oleh sebab itu, aku akan memanfaatkan semua nikmat yang Allah karuniakan kepadaku untuk hal-hal yang baik, dan disukai Allah saja.

Aku mencintai Rasulullah saw. Untuk itu, aku ingin seperti Khadijah yang dermawan dan senantiasa berusaha membela dan mengamalkan ajaran-ajaran Islam.

Aku ingin jadi anak teladan seperti Umar bin Abdul Aziz, yang melakukan sesuatu hal dengan sepenuh hati, tanpa berlaku curang, dan berpegang teguh pada keimanan kepada Allah.

Aku ingin negeriku dan negeri-negeri Muslim lainnya seperti halnya kota peninggalan para Nabi, yaitu Kota Makkah. Selalu aman dari peperangan dan permusuhan. Di dalamnya orang-orang rajin beribadah kepada Allah.

Aku akan menghargai jasa-jasa para pahlawan Islam seperti Abu Bakar, dengan mempelajari dan mengamalkan  Islam secara sungguh-sungguh. Aku juga akan membela Islam dari orang-orang jahat yang membenci Islam.

Aku tidak akan mengecewakan pengorbanan Rasulullah dalam memperjuangkan kebenaran Islam. Untuk itu, aku akan senantiasa menjadi anak saleh yang rajin ibadah dan berakhlak mulia.

Seandainya Allah member ujian kepadaku dengan mengalami sesuatu hal yang tidak aku sukai, maka aku akan bersabar. Sesungguhnya ujian dari Allah adalah pertanda sayangnya Allah kepada hamba-Nya yang beriman.
Aku ingin menjadi anak Muslim yang kuat dan sehat seperti Rasullah, sebab jika seandainya ada musuh yang berlaku jahat, aku akan dengan mudah mengalahkannya.

Aku ingin menjadi anak Muslim yang hebat dan berani membela kebenaran sehingga tidak akan ada orang yang berani mencela orang baik, mencela Rasulullah, ataupun mencela agama Islam.

Aku akan berdoa kepada Allah supaya semua umat Islam di dunia selalu rukun dan bersatu, sebagaimana Ka’bah, satu-satunya kiblat umat Islam yang melambangkan kesatuan umat Muslim di dunia.

Aku akan menjadi anak yang penyayang. Aku tidak akan mengganggu atau menyakiti makhluk Allah, seperti hewan. Sebab, hewan juga mempunyai perasaan seperti manusia. Ia akan merasa sakit bila disakiti.

Sumber:
Mutiara Kisah
Edukatif Islami
Membentuk Karakter Anak

Penulis Luthfi Yansyah El Sanusy
Penerbit Zikrul Hakim



Sabtu, 25 Juni 2016

HM. Soeharto sebagai Bapak Pembangunan

Hadir di Masjid At-Tin saat itikaf beberapa tahun yang lalu saya melihat kehadiran Mantan Presiden RI Ke-2 Bapak HM. Soeharto. Masa pemerintahan Orde Baru mengenai ketidakadilan rezim teringat dipikiran saya, saat itu saya belum menyadari atas penciptaan diri saya yang mengemban amanah atas penciptaan diri saya demi bangsa dan negara Indonesia.

Pernah saya berpikir mengenai jasa-jasa Mantan Presiden Indonesia dari Presiden Soekarno s.d Presiden Joko Widodo saat ini, termasuk jasa-jasa Mantan Presiden RI Ke-2 Bapak HM. Soeharto yaitu keberhasilan membangun Indonesia sehingga mendapat gelar Bapak Pembangunan.

Program Penghayatan Pengamalan Pancasila (P4) menjadi program yang dicanangkan sejak zaman orde baru untuk seluruh rakyat Indonesia. Untuk seluruh lapisan masyarakat dari masyarakat kecil, masyarakat menengah dan masyarakat atas. Meraih ridho menjembatani kebaikan untuk bangsa dan negara di mulai dari kemauan menaungi tanpa mengekang dan melangkahi tetapi memahami untuk saling menjaga dan membantu dari aktualisasi diri, berpikir dan harapan untuk bersama-sama membangun bangsa dan negara dengan menghadirkan kebermanfaatan hidup untuk sehat dan berbahagia di Indonesia.

Pancasila lahir dari komitmen masa lalu, masa kini dan untuk masa depan demi kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia. Pancasila menyatukan kita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia untuk membentuk tatanan dunia baru dengan melahirkan generasi Pancasila yang bermartabat dan terhormat demi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa dan negara Indonesia.

Thanks Mr. President Every things it’s real know because we are commitment from the past. it’s me people born for our country Indonesia, for earth planet, for our generations. Kindnest and truth project from our heart from we are mind for our generations, this life it’s about health and happinest to respect each other.   

Senin, 23 Mei 2016

Memohon restu untuk pelaksanaan Yayasan Pendidikan Generasi Indonesia





Mengabdi di bidang pendidikan dengan mendirikan Yayasan Pendidikan Generasi Indonesia untuk menjembatani anak-anak sebagai generasi penerus bangsa dan negara Indonesia menemukan untuk menumbuhkan motivasi belajar untuk meraih cita-cita.
Yayasan Pendidikan Generasi Indonesia dengan:
Visi

Menjadi yayasan pendidikan yang berperan aktif memfasilitasi peserta didik untuk belajar sesuai jenjang pendidikan masing-masing demi pencapaian tujuan pembangunan nasional di bidang pendidikan untuk tercapainya cita-cita generasi Pancasila sebagai generasi penerus bangsa dan negara Indonesia.

Misi

(1)     Menyelenggarakan sistem pendidikan sesuai Pancasila dan UUD 1945.
(2)     Membina generasi yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
(3)     Melahirkan dan membentuk generasi berjiwa nasionalis.
(4)     Mengembangkan generasi dengan karakter adil dan beradab.
(5)     Mendorong terwujudnya generasi yang modern di era millenium sesuai visi yayasan.
(6)     Membentuk dan menjaga generasi dengan semangat persatuan dan kesatuan.
(7)     Melahirkan dan membentuk generasi yang mengedepankan musyawarah untuk mufakat.
(8)     Menjaga kesinambungan pembentukan karakter generasi penerus bangsa dan negara Indonesia.

melalui tahapan dengan keikhlasan untuk mengabdi menyiapkan administrasi dan dana dengan baik agar visi dan misi dapat tercapai, melalui tahapan selanjutnya silaturahmi untuk menghadirkan kebaikan bagi keluarga dan masyarakat dengan harapan menghadirkan keridhoan rakyat, pembentukan pengurus, revisi AD dan ART, pembuatan program kerja, dan pendataan peserta didik.

Bersilaturahmi ke dua orang tua kandung, ke dua orang tua mertua, rekan-rekan mantan guru dan teman-teman mantan pengurus organisasi kemasyarakatan agar dapat membantu sebagai pengurus Yayasan Pendidikan Generasi Indonesia agar mengetahui aktivitas dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan dengan berharap mendapat masukan atas Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART), dan program kerja serta struktur kepengurusan,

Tahapan-tahapan pelaksanaan Yayasan Pendidikan Generasi Indonesia sedang merencanakan kegiatan rapat untuk pengesahan kepengurusan, pengesahan AD dan ART dan pengesahan program kerja untuk mengajukan pemberitahuan kegiatan Yayasan Pendidikan Generasi Indonesia dengan mengharapkan mendapat rekomendasi perizinan kesekretariatan Yayasan Pendidikan Generasi Indonesia dari tingkat Rt, Rw, kelurahan, kecamatan, dan walikota di Kota Tangerang Selatan.
Mohon restu insya Allah menghadirkan pertolongan Allah SWT atas keinginan yang didasarkan pengabdiaan untuk anak-anak keturunan kita sebagai generasi penerus bangsa dan negara Indonesia dengan berdasarkan Pancasila.

Rabu, 13 April 2016

Mengarahkan minat dan bakat anak-anak




Anak-anak sebagai generasi penerus bangsa dan negara Indonesia. Mereka memiliki minat dan bakat yang di dasarkan atas pola asuh dan pola didik ke dua orang tua. Mengarahkan minat dan bakat anak-anak dengan mengaktualisasikan diri atas keinginan memberikan kebermanfaatan hidup sebagai warganegara di dasarkan pengalaman untuk berbuat kebaikan dan kebenaran melalui bidang pendidikan menjadi harapan akan dapat membentuk watak dan karakter mereka untuk meraih cita-cita.

Menjembatani melalui Yayasan Aku Cinta Indonesia dengan menumbuhkan minat membaca dengan menyediakan rumah baca, area bermain dan mainan untuk bermain, menyediakan media untuk menulis cita-cita, menghadirkan kebersamaan antar sesama teman untuk meraih kemajuan bersama di lingkungan, menjadi aktualisasi diri untuk menunjang cita-cita anak-anak sesuai tahapan tumbuh kembang.

Bersama keluarga di dasarkan atas track record keluarga masing-masing dengan berdasarkan Pancasila dengan meyakini Tuhan Yang Maha Esa, menghadirkan kemanusiaan yang adil dan beradab, menjaga persatuan Indonesia, mengedepankan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan serta menciptakan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, berniat, berpikir dan berbuat nyata melalui rumah baca dan ruang bermain untuk anak-anak demi membangun bangsa dan negara Indonesia sesuai dengan nilai-nilai Pancasila untuk mengarahkan minat dan bakat anak-anak.

Anak-anak hadir dengan kemauan, kesabaran, dan keceriaan insya Allah akan menjadi point kesuksesan yang di mulai dari bersama keluarga untuk bekerja dengan kebermanfaatan hidup untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab walau kita memahami sebagai orang tua harus senantiasa mereview untuk memperbaiki diri demi meraih cita-cita untuk anak-anak sebagai generasi penerus bangsa dan negara Indonesia.

Harapan dan mimpi di usia anak-anak diwujudkan melalui cita-cita bersama keluarga yang lahir dari komitmen membangun bangsa dan negara Indonesia demi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa dan negara Indonesia.

Senin, 11 April 2016

Pancasila dan Konser Dahsyat


Mengantar istri untuk rapat di pusat pemerintahan Kota Tangerang, Provinsi Banten, sampai di Ramayana Mal Ciledug saya melihat ada konser dahyat RCTI, terus menuju untuk mengantarkan istri dan berpikir sebagai manusia biasa warganegara yang berdasarkan Pancasila mengenai keinginan untuk hadir di konser dahsyat. Tiba di puspem setelah mengantar istri saya berniat untuk hadir di acara Konser Dahsyat, tiba di tempat acara Jl. HOS Cokroaminoto saya sempat ragu namun keinginan untuk hadir membawa hati saya untuk berniat hadir, saya parkir motor di sebrang jalan membeli minuman Aqua dan diingatkan oleh security untuk parkir di tempat yang benar yaitu di parkiran Ramayana Mal Ciledug.

Berpikir mengenai pekerjaan rumah, menjemput anak sekolah dan mengenai anak yang dititip dan diasuh di rumah mertua, maka saya merencanakan hanya menonton sekitar 15 sampai 30 menit. Acara konser telah di mulai terlihat dari pengamanan, petugas media seperti kameramen sampai penyetting tempat, penonton dan artis. Artis-artis seperti Rafli Ahmad, Prilly latuconsina dan Ayu Dewi serta pemain sinetron Anak Jalanan memeriahkan acara di Konser Dahsyat yang diadakan di halaman Ramayana Mal Ciledug, Kota Tangerang, Provinsi Banten.

Menonton dengan berpikir saya memfoto beberapa segmen penampilan dari artis-artis yang tampil. Sekitar 30 menit saya memutuskan untuk segera menuju ke rumah untuk melaksanakan tugas dan tanggungjawab dengan menjemput anak walau ternyata saya lupa karena ada jadwal les, menuju ke rumah saya beberes rumah seperti mengepel, dan mencuci piring dengan menyaksikan Konser Dahsyat melalui televisi di rumah dan ada artis yang lain seperti Denny Cagur.  

Saat tulisan ini dibuat saya mencoba mengkorelasikan antara Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara untuk setiap warganegara serta sebagai jati diri bangsa dan negara Indonesia dan Konser Dahsyat yang saya lihat langsung di Ramayana Mal Ciledug. Keinginan dari hadir bersama dan karena bersahabat, sekedar ingin melihat, memiliki tujuan yang sesuai di tempat acara, melaksanakan tugas dan tanggungjawab dengan serius tapi santai, memberi warna kehidupan dengan kebersamaan dari sekedar aktualisasi diri sampai harapan, menghibur diterik matahari yang menyengat dengan kehangatan persahabatan dan profesionalisme pekerjaan, menjadi nilai-nilai yang sesuai dengan Pancasila sebagai idelogi yang mampu menyatukan kita semua sebagai warganegara Indonesia. 

Minggu, 13 Maret 2016

Pemuda Biasa dengan Berdasarkan Pancasila


Al-Kisah di lingkungan kelurahan Jurang Mangu Timur saya sebagai pemuda biasa namun sudah berkeluarga dengan dikaruniakan 2 anak, menyebutkan diri sebagai pemuda karena semangat pengabdian untuk berniat, berpikir dan berbuat nyata untuk masyarakat di lingkungan.

Hadir menempati rumah tinggal bersama keluarga 4 tahun yang lalu, awal datang mencoba memperhatikan kondisi lingkungan dari Ibu-Ibu yang bersedia hadir saat awal pembelian rumah, bapak tetangga yang mengajak mengobrol sambil membeli mie ayam dan bapak-bapak di musholla, pemuda-pemudi serta anak-anak.

“Kepada para mahasiswa yang merindukan kejayaan, kepada rakyat yang kebingungan di persimpangan jalan” adalah lagu perjuangan idealisme pemuda untuk mewujudkan harapan dan mimpi membangun bangsa dan negara Indonesia. “Maaf, proposal ente sudah masuk ke Kemenpora, masih di goreng (dipelajari untuk disetujui)” adalah kalimat yang saya ingat saat mencari dana untuk kegiatan Karang Taruna, “Kompornya untuk saya saja ya Pak, untuk kenang-kenangan” adalah penggalan kisah kalimat dari penanggungjawab posko penanggulangan banjir. Rangkaian penggalan kisah di atas adalah gambaran perjuangan Pemuda sebagai simbol perubahan untuk berjanji bersatu berbuat nyata untuk diri sendiri dan keluarga di mulai dari  lingkungan dengan mengabdi untuk masyarakat bangsa dan negara Indonesia, demi meneruskan estafet perjalanan bangsa dan negara Indonesia.

Sebagai mantan aktivis pemuda melalui organisasi ekstrakampus, karang taruna, dan partai politik saya berusaha menerapkan idealisme perjuangan mengenai pengabdiaan untuk masyarakat di lingkungan, bersatu dengan menyatukan seluruh komponen pemuda-pemudi adalah idealisme kebermanfaatan hidup yang terwujud melalui media sosial facebook.

Memperhatikan kondisi pemuda di lingkungan dari duduk-duduk minum kopi santai dipinggir kuburan, begadang sampai sekitar pukul 02.00 hampir setiap malam, duduk-duduk menatap hamparan tempat pembuangan sampah, duduk-duduk santai di warteg, duduk-duduk santai di teras rumah, dengan idealisme pemuda dalam diri saya, saya berpikir untuk mengarahkan pemuda di lingkungan dengan mendirikan organisasi Karang Taruna, pembuatan administrasi organisasi seperti proposal, formulir, draf program kerja, notulensi rapat, undangan ke Rt dan undangan untuk pemuda, kegiatan seperti kerja bakti sudah terancang di program kerja dengan harapan dapat menunjang kemajuan lingkungan.

Mengawali dengan hadir ke Rt untuk memohon izin untuk mendirikan Karang Taruna dan izin mengadakan rapat, setelah mendapat izin saya mengundang pemuda di lingkungan Rt. 001 Rw. 05 Kel. Jurang Mangu Timur untuk hadir rapat pendirian Karang Taruna, namun karena gerimis tidak ada yang bisa hadir, berselang dua minggu kembali mengadakan rapat namun tidak juga ada yang bisa hadir karena alasan berhalangan hadir, karena dua kali mengundang rapat tidak ada yang hadir saya memutuskan untuk tidak mendirikan Karang Taruna di lingkungan Rt. 001 Rw. 05 Kel. Jurang Mangu Timur. Kec. Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan.

Tidak dapat mengajak pemuda-pemudi untuk mendirikan Karang Taruna, dengan tetap didasari idealisme atas penciptaan diri saya, yang ingin mengabdikan diri untuk bangsa dan negara atas penciptaan diri saya demi kebermanfaatan hidup sebagai warganegara di lingkungan, saya berusaha mendirikan Yayasan Aku Cinta Indonesia dengan melalui permohonan izin ke Rt dalam bentuk kegiatan pembuatan buletin, rumah baca, ruang TIK, taman bermain dan bimbingan belajar. Pembuatan buletin berisi mengenai parenting yang saya bagikan ke rumah-rumah dan ke masjid, Rumah baca menyediakan buku-buku bacaan untuk anak-anak dan dewasa, ruang TIK menyediakan rental program Microsoft Office untuk anak-anak dan remaja belajar Microsoft Word dan Excel untuk mereka menyiapkan diri demi masa depan dan sarana internet untuk searching data, dan bermain media sosial, serta taman bermain yang menjadikan mainan anak-anak saya untuk dipinjamkan sementara untuk bermain anak-anak mencoba mainan baru di sekitar lingkungan rumah, sementara anak yang pertama berada di rumah bapak dan ibu mertua dan mengadakan kegiatan bimbingan belajar untuk anak-anak yang memiliki kemauan atas seizin orang tua atau karena kemauan inisiatif sendiri untuk meningkatkan kemampuan dalam mengerjakan soal. Kegiatan melalui Yayasan Aku Cinta Indonesia terlaksana dengan baik walau hanya berlangsung sekitar 6 bulan.

Menyusuri jalan menuju masjid saat sholat Magrib, terkadang saya menengak-nengok untuk sekedar mengetahui kondisi lingkungan yang sebatas saya mengetahui ada banyak pemuda-pemudi yang berada di rumah namun tidak bersedia mengaktualisasikan diri melalui organisasi pemuda di lingkungan mungkin karena butuh penggerak.

Namun di saat perayaan acara 17 Agustus 2015, saya sebagai pemuda merasa senang dan bangga karena banyak pemuda-pemudi di sekitar lingkungan yang ternyata bersedia mengabdikan diri, seluruh rangkaian acara dalam rangka memeriahkan HUT RI Ke-70 dapat terlaksana dengan baik dari sepeda hias, lomba-lomba seperti taruh bendera sampai panggung hiburan. Kerjasama panitia pemuda-pemudi di HUT RI Ke-70 terlihat menumbuhkan optimisme akan solidaritas kebersamaan untuk bersama-sama memajukan lingkungan demi anak-anak di lingkungan sebagai generasi penerus bangsa dan negara Indonesia.

Kemudian saya berpikir mengenai Pancasila sebagai landasan, sumber segala sumber hukum, dan falsafah bangsa dan negara yang mampu menyatukan seluruh pemuda-pemudi di Indonesia, sebagai jati diri bangsa dan negara Indonesia, sebagai ideologi yang mampu menjembatani untuk membentuk tatanan dunia baru, menjadi kebanggaan untuk bukan hanya pemuda-pemudi namun menjadi kebanggaan seluruh komponen rakyat bangsa dan negara Indonesia.

Bersatu bekerjasama untuk Pembangunan Nasional berbasis Pembangunan Daerah di mulai dari lingkungan menjadi point penting sebagai pemuda-pemudi ditiap-tiap wilayah dengan memetakan kekuatan wilayah masing-masing dengan kesejahteraan untuk sehat dan berbahagia membina keluarga demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia.

Kini saya sedang berusaha mendirikan Yayasan Pendidikan Generasi Indonesia dengan visi menjadi yayasan pendidikan yang berperan aktif memfasilitasi peserta didik untuk belajar sesuai jenjang pendidikan masing-masing demi pencapaian tujuan pembangunan nasional melalui bidang pendidikan untuk tercapainya cita-cita generasi Pancasila sebagai penerus bangsa dan negara Indonesia, dan misi 1.Menyelenggarakan sistem pendidikan sesuai Pancasila dan UUD 1945, 2. Membina generasi yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, 3. Melahirkan dan membentuk generasi berjiwa nasionalis sejati, 4. Mengembangkan generasi dengan karakter adil dan beradab, 5. Mendorong terwujudnya generasi yang modern di era millenium sesuai visi yayasan, 6. Membentuk dan menjaga generasi dengan semangat persatuan dan kesatuan, 7. Melahirkan dan membentuk generasi yang mengedepankan musyawarah untuk mufakat, 8. Menjaga kesinambungan pembentukan karakter generasi bangsa dan negara Indonesia untuk anak-anak sebagai generasi penerus bangsa dan negara Indonesia. Sampai pada tahap ini saya masih dalam proses melengkapi kepengurusan Yayasan Pendidikan Generasi Indonesia berharap semoga Allah SWT senantiasa meridhoi setiap aktivitas kebermanfaatan hidup saya.

Tetap bersemangat dengan bersyukur berbuat baik dan benar untuk senantiasa memperbaiki diri untuk memberi kebermanfaatan, komitmen atas jalan kebenaran Tuhan Yang Maha Esa Allah SWT untuk membangun bangsa dan negara, dan santai untuk cita-cita demi diri kita bersama keluarga untuk anak-anak sebagai generasi penerus bangsa dan negara Indonesia.

Young man our Future in your hand, from your heart from we are mind for Indonesia generation. Come commitment for belief always with God Allah SWT.


Selasa, 02 Februari 2016

Kita Adalah Rakyat Biasa Terlahir di Indonesia



Memberikan perhatian kepada anak untuk cita-cita mereka di masa depan demi kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara dengan membentuk karakter baik secara langsung maupun tidak langsung dengan dapat dipertanggungjawabkan disesuaikan dengan prinsip mendasar tahapan tumbuh kembang anak dengan pembagian tugas dan tanggungjawab di keluarga masing-masing berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Pengalaman membentuk anak untuk mereview masa lalu, mengatur masa kini dan menentukan masa depan dengan belajar dari kesuksesan orang-orang yang sukses meraih keridhoan Tuhan Yang Maha Esa Allah SWT.
Mencintai pekerjaan akan menghadirkan kebermanfaatan hidup yang menghadirkan pertolongan Allah SWT dengan mengarahkan diri kita mencapai kesuksesan yang menghadirkan kebahagiaan untuk diri kita dan keluarga serta kebahagiaan untuk orang lain dengan sejahtera mensejahterakan.
Setiap kita dan anak kita adalah pemimpin untuk diri kita sendiri, keluarga dan orang lain dan setiap pemimpin akan dipertanggungjawabkan atas kepemimpinan terhadap diri sendiri, keluarga dan orang lain, sunnatullah kehidupan yang menjadi keseimbangan dan keteraturan hidup demi kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia.
Mari berkomitmen terhadap diri kita sendiri untuk memberi kebermanfaatan sebagai warganegara Indonesia. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi setiap kebaikan dengan cara yang benar dan senantiasa memberikan kesempatan untuk kita memperbaiki diri menjadi lebih baik dengan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 .