Rabu, 12 Oktober 2016

Keajaiban Sedekah



Assalamu’alaikum! Hai, namaku Yazqi. Umurku 4 tahun. AKu punya kakak bernama Yasmin. Umurnya 5 tahun. Kakakku sangat baik, lho! Hehehe….
Hai, namaku Yasmin, Umurku 5 tahun. Aku punya adik bernama Yazqi. Umurnya 4 tahun. Aku sangat sayang padanya. Karena dia lucu dan menggemaskan. Hihihi

Yazqi dan Yasmin punya cerita seru, lho! Mau tahu ceritanya? Yuk, kita ikuti sama-sama ….

Suatu siang, Ibu mengajak Yazqi belanja, Mereka pergi menuju pasar baru.

Yazqi sangat senang bisa menemani ibu belanja

Ketika melewat sebuah toko, tamak seorang nenek tua duduk ditrotoar. Nenek itu memakai pakaian yang lusuh.

Yazqi merasa kasihan. Lalu Yazqi meminta izin kepada Ibu untuk member sedekah.

Nenek tua itu merasa senang “Terima kasih, Cu!” kata nenek tua itu.

Yazqi tersenyum senang

Ketika Yazqi dan Ibu sedang asyik berbelanja, tiba-tiba ada pencopet mengambil dompet Ibu. “Copeeet…copeeet!” teriak Ibu panik.

Orang-orang yang mendengar teriakan ibu langsung mengejar pencopetnya.

Karena kesigapan orang-orang yang ada dipasar baru, pencopet tertangkap.

Dompet ibu selamat. Ibu dan Yazqi bersyukur

Setelah selesai belanja, Ibu mengajak Yazqi makan es krim.
“Alhamdulillah, kita bisa makan  es krim, Bu!” kata Yazqi “Iya, Sayang!” kata Ibu.

Jika Ibu kehilangan dompet, tentu ibu tidak bisa berbelanja. Ternyata, Allah menyelamatkan Ibu dan Yazqi dari tangan orang jahat.

Sedekah yang Yazqi berikan telah membuat Ibu dan Yazqi selamat

Sedekah adalah penyelamat kita. Sedekah dapat melindungi kita dari musibah.

Sedekah menolong kita dan orang lain. Allah suka terhadap orang yang suka sedekah.

Sudahkan kalian bersedekah hari ini?

Sedekah itu bisa berupa uang, barang, atau bahkan makanan. Ingat lho, ada hak orang lain dalam harta kita.

O ya, sedekah juga harus ikhlas. Keikhlasan membuat nilai sedekah semkain sempurna.

Ayo, rajin bersedekah seperti Yazqi! Agar kalian makin dilindungi dan disayang Allah SWT.

Dikutip dari Seri Cerita Anak Muslim PAUD
Keajaiban SEDEKAH
Penerbit Bintang Indonesia, Jakarta

Selasa, 20 September 2016

Ulang Tahun Rafif Ke-2




Beberapa ungkapan doa dilampiran hadiah
1.    Selamat Ulang Tahun Buat Sahabatku “Rafif” Moga panjang umur dan sehat selalu dalam lindungan Allah SWT
Dari temanmu: Fadli
2.    HBD Rafif Moga jadi anak soleh and pintar
Nadien
3.    Selamat Ulang Tahun Buat Sahabatku “Rafif” Moga sehat selalu, dan panjang umur
Dari sahabatmu: Putri
4.    Selamat Ulang Tahun Rafif Semoga jadi anak sholeh …
Rinjani
5.    Selamat Ulang Tahun Rafif Semoga panjang umur ya sehat selalu dan jadi anak yang berbakti kepada orang tua
Dari Bagus
6.    Selamat Ulang Tahun Semoga jadi anak yang sholeh dan berbakti. Amieen …..
Abdul
7.    Hepy Besdey Rafif doanya yang bae-bae aje ye …
Sory slh beli kado karn mas koko bilangnya saqif yang ultah hee …
Bian dan Bina
8.    Happy B’day to you “Semoga menjadi anak yang sholeh”
From “Naya”
9.    Happy B’day For You
From: “Rehan”
10.   Selamat Ulang Tahun Rafif Semoga panjang umur
Dari Vira
11.   Selamat Ulang Tahun
Dari Bimo
12.   Happy B day
From Erza
13.   Happy Birthday ~Rafif~ Semoga panjang umur, sehat selalu jadi anak yang soleh, pintar amin
Naisa
14.   Selamat ulang tahun Semoga panjang  umur sehat selalu dan menjadi anak yg sholeh. Amin
Salam Fathir
15.   Selamat Ulang Tahun Rafif yang ke-2 Semoga Panjang Umur dan Selalu Sehat
“Carrisa”
16.   Selamat Ulang Tahun Rafif Semoga Panjang Umur dan sehat selalu
Salam sayang, Calista

Inisiatif sebagai abi (bapak) dari Rafif dengan menulis harapan dan doa anak-anak terhadap anak saya yang memiliki nama lengkap M. Nasrullah Rafif.

Semoga memberi kebermanfaatan untuk kita semua karena kita semua sama atas nama kasih sayang dan kebenaran atas takdir Allah SWT

Jumat, 12 Agustus 2016

Ke Rajeg Bersama Keluarga




Manusia diciptakan oleh Allah SWT dengan segala potensi untuk mengemban amanah di kehidupan dunia. Potensi keunggulan yang melalui proses kehidupan bersama manusia lainnya sebagai warganegara yaitu akal berupa kecerdasan dan hati nurani berupa kasih sayang. Kecerdasan sebagai pilar keinginan manusia sebagai warganegara untuk berpikir mengenai kehidupan untuk menjadi lebih baik, kasih sayang sebagai pilar manusia sebagai warganegara untuk menghargai dan menghormati sesama. Kecerdasan dan kasih sayang menjadi amanah sesuai penciptaan diri kita oleh Allah SWT untuk menentukan mengenai menghadirkan kebermanfaatan hidup sebagai warganegara atas keridhoan Allah SWT.

Menjaga silaturahmi ke rumah orang tua menjadi cara sederhana bentuk bakti sebagai anak walau telah berkeluarga. Berkomunikasi  bersama orang tua dan diberitahu jika adik-adik ingin membayar cicilan rumah KPR di daerah Kecamatan Rejag, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Keingintahuan untuk melihat rumah KPR juga membuat istri saya ingin ikut melihat kemudian kami dan keluarga memutuskan untuk bersama-sama datang melihat rumah KPR di Kecamatan Rejag, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.

Sampai di rumah orang tua, kami mempersiapkan diri untuk bersama-sama berangkat, saya dengan istri dan anak-anak Tsaqif dan Rafif, ke dua orang tua saya serta adik ke dua saya, adik pertama saya tidak ikut serta  karena kondisi kesehatan yang kurang fit. Sekitar Pukul 08.00 kami berangkat dan melintasi wilayah dan berhenti sejenak di jembatan pemberhentian Halte Taman Kota untuk menunggu adik saya dan membeli air. Keramaian masyarakat terlihat dari teman lama, teman dari bapak saya, dan masyarakat yang sekedar duduk, masyarakat yang berjalan kaki, penumpang ojek, tukang koran, dan pengatur timer mobil angkot. Bapak saya dan saya bersilaturahmi sejenak dengan teman lama sebelum berangkat ke kecamatan Rajeg yang berprofesi sebagai tukang ojek.

Melalui jalan raya Daan Mogot kami menuju Kecamatan Rajeg, Cengkareng, Terminal Daan Mogot, Area Puspem, dan berputar mencari rute untuk langsung menuju jalan Rajeg. Sampai di jalan Rajeg Raya kami melihat iring-iringan masyarakat yang bergerak menggunakan symbol-simbol budaya masyarakat setempat seperti Suku Betawi. Keramah-tamahan sebagai rakyat yang berdasarkan Pancasila terlihat melalui suara, dan gerakan yang menandakan persatuan berbangsa dan bernegara Indonesia.

Harapan rakyat adalah bersatu dalam gerak kebersamaan demi meningkatkan kemampuan diri sendiri dan keluarga untuk membangun wilayah yang berbasis Pembangunan Daerah secara sistematis, terstruktur, berkelanjutan, terintegrasi, berkeadilan, dan berkesinambungan demi menunjang pembangunan Nasional yang menjadi tujuan bersama kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia dengan berdasarkan Pancasila.

Sampai di kantor pemasaran kami disambut petugas administrasi. Telah ada costumer yang lain yang terlihat biasa saja tengah mengobrol dengan petugas administrasi lainnya. Orang tua saya beserta istri dan adik mengobrol, anak-anak bermain dan bercanda. Keinginan dari masa lalu dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab di keluarga teringat untuk memiliki KPR, tetapi bersyukur di saat ini menjadi harapan untuk anak-anak di masa depan. Pengambilan bonus sanyo untuk KPR sudah diselesaikan kemudian kami berpamitan untuk meninggalkan tempat kemudian makan siang dan melaksanakan Sholat Dzuhur.



Kami beserta keluarga bersyukur atas karunia yang Allah SWT berikan atas nikmat makanan, minuman dan kebahagiaan saat kami berkumpul, bercengkrama, dan mengobrol bersama keluarga. Selesai makan siang masing-masing dari kami melaksanakan Sholat Dzuhur untuk kemudian melihat rumah KPR yang sedang proses pencicilan oleh adik-adik saya.

Untuk melihat rumah KPR saya dan keluarga harus mengendarai kendaraan bermotor sekitar 15 menit dari tempat kami makan siang. Setibanya ditempat saya berpikir dalam kondisi pening untuk menemui penjaga perumahan bersama keluarga, dengan keterbukaan diri memperkenalkan diri saya dan istri oleh ke dua orang tua dan adik. Penjaga perumahan KPR mempersilakan kami untuk melihat rumah dan ketika sampai saya melihat teman masa kecil dan beberapa tetangga yang juga menjadi costumer KPR dalam kondisi pening saya dan keluarga mengobrol biasa.

Kemudian saya dan keluarga melihat rumah KPR yang dicicil oleh adik-adik saya, dan memasuki area perumahan saya melihat warga dan anak-anak penduduk setempat yang tengah bermain, sekedar melintas sampai pedagang, berpikir mengenai kebermanfaatan hidup yang dapat diberikan oleh adik-adik saya jika sudah menjadi warga disana, mengingat jarak yang cukup jauh dengan tempat kerja dan kondisi wilayah yang masih termasuk pedesaan.



KPR sederhana di wilayah Kecamatan Rajeg yang masih termasuk wilayah pedesaan menghadirkan kebanggaan untuk bangga Indonesia dengan harapan kebanggaan menjadi ketauladanan untuk kita semua. Memiliki halaman yang cukup luas, dengan 2 Kamar tidur, 1 Ruang tamu, 1 Ruang WC dan area dapur yang menjadi tanggungjawab pemilik KPR. Kami berkeliling perumahan dan melihat rumah KPR yang sedang direnovasi akhir, didampingi menjaga keamanan lingkungan perumahan, kami berbincang ditempat jaga sedangkan saya bersama istri dan anak-anak berada posisi terpisah melihat pemandangan desa dengan hamparan sawah yang luas dan kambing yang sedang mencari makan.

Setelah makan chiki sejenak saya dan keluarga kemudian izin pamit untuk menuju ke Kota Tangerang dan DKI Jakarta, menyusuri jalan saya berpikir mengenai penduduk setempat mengenai iring-iringan acara penduduk, warga yang ramah-ramah seolah menyampaikan pesan harapan untuk bersama membangun bangsa dan negara Indonesia terutama untuk wilayah mereka di Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, ramai terkoordinasi dan berkoordinasi menjadi isi pemikiran yang tertuang dalam langkah nyata kebanggaan terlahir di Indonesia.
               
Takdir kami adalah juga takdir kita terlahir di Indonesia dengan meyakini kebenaran ajaran Tuhan Yang Maha Esa untuk saya dan keluarga keyakinan kepada Allah SWT. Kami bersyukur atas karunia yang Allah SWT karuniakan untuk bersama-sama membangun bangsa dan negara Indonesia dengan berdasarkan Pancasila demi generasi penerus bangsa dan negara Indonesia.


Semoga Allah SWT meridhoi setiap aktivitas kebermanfaatan hidup untuk berbuat yang terbaik atas penciptaan diri kita sesuai kemampuan diri kita.

Selasa, 12 Juli 2016

Inspirasi Kebaikan





Aku akan selalu berpegang teguh pada agama Islam dan bertakwa kepada Allah. Dengan demikian, Allah akan selalu menyelamatkanku dari kejahatan orang-orang zalim.

Walau aku memiliki suatu kelebihan dari teman-temanku, aku akan selalu rendah hati. Karena jika aku sombong, Allah dan orang lain tidak akan menyukaiku.

Aku beribadah karena mengharapkan balasan kebaikan dan pahala dari Allah. Sebab, balasan kebaikan dari Allah akan kekal hingga hari akhirat (hari kiamat).

Aku ingin menjadi anak Muslim yang pintar seperti Ibnu Khaldun. Sebab, jika aku menjadi anak hebat, orangtuaku dan orang-orang akan bangga dengan hasil karyaku. Allah dan Nabi Muhammad juga akan bangga kepadaku.

 Seandainya ada orang lain yang berbuat jahat kepadaku, aku akan memafkan mereka. Sebab, anak yang sabar akan dicintai dan disayang Allah.

Aku ingin menjadi anak yang penyayang dan pemaaf seperti Rasulullah saw, yang tidak suka balas dendam maupun memusuhi orang lain.

Aku ingin seperti Abu Bakar yang mencintai Rasulullah saw, dengan rela berkorban terhadap kebaikan.

Aku ingin menjadi orang yang dermawan sebab sifat kikir atau pelit pada akhirnya hanya akan membawa pada kemalangan dan keburukan.

Aku ingin menjadi anak yang selalu bersyukur dan ridha dengan kehendak Allah. Dengan demikian. Allah dan Rasul-Nya, serta orang-orang shaleh akan senang kepadaku.

Jika ada temanku yang mendapat kebaikan dan ia merasa bahagia, aku juga akan ikut merasa bahagia karenanya.

Aku ingat seperti Rasulullah saw, senang membantu orang lain yang kesusahan dan suka memberi bantuan kepada orang yang membutuhkan pertolongan.

Seandainya aku mengalami suatu kesulitan yang disebabkan karena aku melakukan kebenaran atau kebaikan, aku akan selalu bersabar serta meminta pertolongan kepada Allah Yang Mahakuasa.

Aku akan giat belajar supaya aku mempunyai ilmu pengetahuan yang akan menghindarkanku dari berbagai keburukan dan kebodohan.

Aku tidak akan mau berlaku jahat kepada makhluk Allah yang tidak bersalah sebab Allah sangat tidak menyukai orang yang jahat.

Aku akan belajar dengan giat. Sebab, aku ingin menjadi anak Muslim yang kelak, akan memberikan manfaat bagi orang banyak dengan ilmu yang aku miliki.
Aku ingin menjadi anak yang beriman dan selalu taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Aku tidak mau dibenci ataupun dihukum oleh Allah, sebagaimana orang-orang sombong yang mendapat hukuman Allah.

Aku ingin menjadi anak yang patuh kepada perintah Allah dan Rasul-Nya. Aku tidak akan melanggar larangan-Nya sebab jika melanggar larangan Allah dan Rasul-Nya, kelak pasti akan ada hukumannya.

Aku ingin menjadi sahabat yang baik bagi teman-temanku seperti Rasulullah yang peduli kepada sahabat-sahabatnya. Menjadi sahabat yang disenangi tentu akan menyenangkan.

Aku ingin jadi anak yang penyayang seperti Rasulullah, jika aku menjadi anak yang penyayang, pasti Allah dan orang lain juga akan menyayangiku.

Jika aku punya sahabat, aku ingin persahabatanku bertahan lama (awet) karena dilandasi keikhlasan dan ketulusan.

Aku akan selamanya menjadi anak Muslim yang mencintai Allah. Andaikan ada yang menjahatiku, niscaya Allah akan menolong dan menghindarkanku dari kejahatan tersebut.

Aku akan senantiasa menjaga perkataanku agar tidak menyinggung atau menyakiti perasaan orang lain. Dengan demikian aku bisa terhindar dari nasib buruk.

Aku ingin menjadi anak kebanggaan orangtuaku, seperti Fathimah yang penyabar, penyayang, rajin membantu orangtua, dan rajin beribadah.

Aku ingin seperti Rasulullah yang tidak pernah menyakiti orang lain. Dan aku ingin selalu berlapang dada serta memaafkan orang lain yang berbuat salah.

Aku ingin jadi anak yang bijaksana dan memberikan banyak manfaat kebaikan bagi orang lain. Kelak orang-orang akan selalu mengenang bahwa engkau adalah anak baik yang bisa dijadikan teladan.

Aku akan senantiasa bersabar dalam menghadapi setiap masalah, dan aku tidak boleh tergesa-gesa hingga aku berhasil meraih kesuksesan dari usaha yang aku lakukan.

Aku akan menghormati orang-orang yang berpegang teguh kepada ajaran agama Islam seperti Asiah, istri Fir’aun. Aku akan meneladani keberanian mereka membela kebenaran dan kegigihan mereka dalam mempertahankan keimanannya.

Aku mau jadi anak yang penyantun dan dermawan seperti Rasulullah. Dengan demikian, Allah dan orang lain akan selalu senang dan sayang kepadaku.

Aku tidak akan menyakiti makhluk Allah, baik itu binatang, tumbuhan, ataupun manusia.

Aku akan selalu bergantung kepada Allah yang Maha Pengasih dalam setiap urusan agar aku selalu dijauhkan-Nya dari segala bentuk keburukan.

Aku akan memanfaatkan waktuku dengan baik untuk belajar dan beribadah dengan tekun agar aku menjadi anak berprestasi, seperti halnya Imam Bukhari yang berprestasi dalam menguasasi dan hafal banyak hadis Rasulullah saw.
Aku akan rajin membaca dan belajar tentang Al-Qur’an agar aku menjadi anak hebat yang berguna dan dibanggakan oleh Allah, Nabi Muhammad, orangtuaku, bangsa, dan agamaku.

Aku akan menjadi anak yang menghargai Rasulullah dengan tidak melakukan hal-hal yang buruk dan jelek. Sebab, perbuatan buruk dan jelek adalah perbuatan orang-orang jahiliyah (bodoh).

Aku akan dengan senang hati melaksanakan perintah Allah yang disampaikan Rasulullah, karena setiap perintah Allah pasti mengandung kebaikan. Dan aku tidak akan mengingkari atau melanggar sesuatu yang dilarang-Nya.

Allah Mahakuasa melakukan apa pun yang Ia inginkan. Untuk itu, aku akan selalu meyakini kehebatan Allah yang tidak akan ada tandingannya.

Suatu hari nanti aku akan pergi ke Makkah untuk melaksanakan ibadah haji. Di Makkah, aku akan menyaksikan bangunan peninggalan Nabi Muhammad saw, dan Nabi Ibrahim, serta Nabi Ismail as.

Aku akan senantiasa mencintai Allah dan Rasul-Nya. Dengan mengutamakan Allah dan Rasul-Nya dari yang lain, niscaya Allah akan senantiasa memberikan kebahagiaan.

Aku ingin menjadi anak yang selalu baik seperti halnya para malaikat yang selalu berbuat baik dan senang menaati Allah jika aku baik, pasti para malaikat akan senang menjaga dan melindungiku dari hal-hal buruk.

Allah telah menjadikan tubuhku sehat, memberikan makan, rumah, dan sebagainya. Oleh sebab itu, aku akan memanfaatkan semua nikmat yang Allah karuniakan kepadaku untuk hal-hal yang baik, dan disukai Allah saja.

Aku mencintai Rasulullah saw. Untuk itu, aku ingin seperti Khadijah yang dermawan dan senantiasa berusaha membela dan mengamalkan ajaran-ajaran Islam.

Aku ingin jadi anak teladan seperti Umar bin Abdul Aziz, yang melakukan sesuatu hal dengan sepenuh hati, tanpa berlaku curang, dan berpegang teguh pada keimanan kepada Allah.

Aku ingin negeriku dan negeri-negeri Muslim lainnya seperti halnya kota peninggalan para Nabi, yaitu Kota Makkah. Selalu aman dari peperangan dan permusuhan. Di dalamnya orang-orang rajin beribadah kepada Allah.

Aku akan menghargai jasa-jasa para pahlawan Islam seperti Abu Bakar, dengan mempelajari dan mengamalkan  Islam secara sungguh-sungguh. Aku juga akan membela Islam dari orang-orang jahat yang membenci Islam.

Aku tidak akan mengecewakan pengorbanan Rasulullah dalam memperjuangkan kebenaran Islam. Untuk itu, aku akan senantiasa menjadi anak saleh yang rajin ibadah dan berakhlak mulia.

Seandainya Allah member ujian kepadaku dengan mengalami sesuatu hal yang tidak aku sukai, maka aku akan bersabar. Sesungguhnya ujian dari Allah adalah pertanda sayangnya Allah kepada hamba-Nya yang beriman.
Aku ingin menjadi anak Muslim yang kuat dan sehat seperti Rasullah, sebab jika seandainya ada musuh yang berlaku jahat, aku akan dengan mudah mengalahkannya.

Aku ingin menjadi anak Muslim yang hebat dan berani membela kebenaran sehingga tidak akan ada orang yang berani mencela orang baik, mencela Rasulullah, ataupun mencela agama Islam.

Aku akan berdoa kepada Allah supaya semua umat Islam di dunia selalu rukun dan bersatu, sebagaimana Ka’bah, satu-satunya kiblat umat Islam yang melambangkan kesatuan umat Muslim di dunia.

Aku akan menjadi anak yang penyayang. Aku tidak akan mengganggu atau menyakiti makhluk Allah, seperti hewan. Sebab, hewan juga mempunyai perasaan seperti manusia. Ia akan merasa sakit bila disakiti.

Sumber:
Mutiara Kisah
Edukatif Islami
Membentuk Karakter Anak

Penulis Luthfi Yansyah El Sanusy
Penerbit Zikrul Hakim